Mata Angin

Zaman dahulu, manusia belum tahu bahwa bumi itu bulat dan berputar. Tetapi mereka bisa memilih arah mata angin yang benar, sehingga arah utara dan selatan tepat menunjuk ke kutub utara dan selatan. Ini tentu bukan kebetulan. Mereka memberi nama timur untuk arah terbitnya matahari. Arah terbitnya matahari sendiri bergeser dari bulan ke bulan, dan berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Mereka harus menentukan arah timur rata-rata. Otomatis, barat berada di arah yang berlawanan, yaitu tempat tenggelamnya matahari, rata-rata. Utara dan selatan adalah arah menyilang sempurna dari garis barat ke timur.

Kemudian, setelah manusia sadar bahwa bukan matahari yang bergerak mengelilingi bumi, melainkan bumilah yang berbentuk bulat dan berputar; maka kita jadi sadar juga: sumbu putar bumi memanjang dari utara ke selatan. Dan di ujungnya terdapatlah dua kutub: kutub utara dan kutub selatan.

Tentu ada beda antara utara-selatan dan barat-timur. Jika kita pergi ke arah utara atau selatan, kita akan berhenti di kutub utara atau selatan. Tetapi jika kita pergi ke barat atau timur, kita akan mengelilingi bumi hingga kita kembali ke titik semula.

Leave a comment

Your comment