Arktika dan Antarktika
Arktika dan Antarktika terletak di dua kutub bumi yang berlawanan: Arktika di kutub utara dan Antarktika di kutub selatan. Arktika memperoleh nama terlebih dahulu: menggambarkan lautan es di sebelah utara Eropa. Antarktika memperoleh nama kemudian, yaitu berasal dari kata Anti-Arktika: kutub yang berlawanan dengan Arktika. Di Indonesia kita lebih sering menyebutnya Antartika saja.
Baik di Arktika dan Antarktika kita hanya melihat es. Namun di bawahnya, semuanya berbeda. Es di Arktika tebalnya rata-rata 3 meter, dan mengapung di atas lautan. Di Antarktika, esnya bisa setebal 3000 meter, di atas tanah. Ya, Antarktika adalah sebuah benua yang dikelilingi lautan luas. Sebaliknya, Arktika adalah lautan yang dikelilingi berbagai benua (Eropa hingga Russia, Amerika Utara, dan Tanah Hijau).
Saat terjadi pemanasan global, efek yang pertama tampak adalah pada Arktika. Di samping es di sana memang lebih tipis, juga air laut lebih mudah dihangatkan daripada benua. Ingat bahwa air laut itu mengalir dari lautan-lautan yang menghangat juga. Yang tak kalah penting: karena jumlah es berkurang, maka makin banyak sinar matahari yang bisa masuk ke dalam laut, dan memanaskan es Arktika dari bawah.
Tapi efek pemanasan global di Antarktika tak kurang seram. Benua Antarktika dikelilingi es-es yang luas. Pemanasan global membuat es-es itu mulai meleleh, retak, dan melepaskan diri dari benua. Maka daerah-daerah Antarktika mulai berkurang. Sebuah retakan es yang lepas itu bisa mencapai luas kota Bandung. Padahal justu di banyak tempat seperti itulah bangsa pinguin banyak hidup dan mencari makan.
Mungkin teman-teman pernah menonton film March of the Penguins. Di sana tampak bahwa para pinguin menghadapi hidup yang berat karena alam yang dingin. Memang benar, di sana dingin sekali, dan bangsa pinguin telah beradaptasi untuk mengatasinya. Namun ancaman yang lebih besar justru karena dinginnya sekarang berkurang. Es-es meretak dan memecah, tak memungkinkan para pinguin membentuk lingkungan hidup seperti yang digambarkan di film March of the Penguins. Jumlah pinguin di Antarktika terus berkurang secara tajam, karena lingkungan tak lagi ramah untuk berkembang biak.

Sedih ya? Yuk kita jaga bumi. Kita kurangi sampah, polusi, dan pemakaian bahan bakar yang berlebihan; sehingga udara di bumi kembali bersih, dan bangsa pinguin tidak makin terancam lagi.